fbpx

Tim GFI merupakan orang-orang yang fitness addict. Maksudnya, dimanapun berada bahkan saat liburan sekalipun, pasti menyempatkan diri untuk latihan. Ketika liburan, fasilitas gym atau fitness center yang memadai menjadi faktor utama dalam menentukan sebuah hotel.

Singkat cerita, kami menginap di salah satu hotel yang memiliki Gym terbaik se-Asia Tenggara.

Saat memasuki fasilitas gym dan melihat peralatan disana, ternyata benar, hotel tersebut memiliki fasilitas gym yang sangat baik. Semua alat-alat fitness yang dimiliki mulai dari merk paling terkenal, dengan harga yang mahal. Jumlahnya pun banyak dan lengkap.

Compound Exercise merupakan salah satu latihan yang paling penting. Begitupun, saat akan mencoba alat di hotel tersebut, kami langsung mencari alat yang paling krusial di gym, yaitu Power Rack.

Power Rack yang ada di fitness center hotel tersebut berasal dari salah satu brand ternama (tentu harganya mahal, 1 Power Rack seharga 75jt-an) dan memiliki kualitas superior. Mulai dari finishing yang sangat baik, hingga ketebalan besi pun sangat kokoh. Bahkan jika Anda coba menggoyangnya, power rack tersebut tidak akan bergerak 1 cm pun.

Kami pun sangat senang melihat Power Rack dengan kualitas sebagus ini.

Namun, alat dengan kualitas superior sekalipun belum tentu nyaman saat digunakan. Begini hasil pengamatan tim kami saat mencoba menggunakan Power Rack superior tersebut.

  1. Sulit menyesuaikan ketinggian J-Hook

    Ya, kesulitan pertama yang kami temukan adalah menyesuaikan ketinggian J-Hook pada Power Rack ini.

    Seperti yang dapat Anda lihat pada video dan photo diatas, saat kita setting J-Hook di No. 4, hasilnya sangat pendek. Sehingga sangat rawan untuk low-back kita saat unrack. Namun, bila diatur pada No. 5, menjadi terlalu tinggi. Anda harus jinjit saat unrack barbell tersebut. Posisi latihan seperti ini tentu sangat rentan cedera.

  2. Tinggi bench sudah fixed

    Karena tidak optimal untuk latihan Squat di Power Rack tersebut, kami pun mencari alternatif lainnya dengan menggunakan Bench Press.

    Perlu diketahui, ketinggian bench di commercial gym seperti ini biasanya sudah fixed. Tidak didesain untuk semua proporsi tubuh manusia. Masalah yang sama pun muncul, yaitu ketidaknyamanan. Apabila barbell ditaruh pada ketinggian paling atas, akan sangat sulit unrack. Namun, bila ketinggian diturunkan setingkat, posisi menjadi “setengah” Bench Press.

Kesimpulannya, kami tidak bisa latihan dengan optimal saat itu walau didukung peralatan fitness commercial grade dengan harga yang mahal dari merk paling terkenal di Indonesia.

Kami kemudian coba membandingkan kenyamanan saat menggunakan Power Rack di GymFitnessIndo yang harganya pun bahkan hanya seperenam saja (bukan setengah, atau bahkan seperempat) dari harga Power Rack yang dimiliki hotel tersebut.

Bisa saja, sebagian orang akan meragukan pernyataan kami ini. Tak dipungkiri memang, apabila membandingkan kualitas besi pada Power Rack tersebut cukup jauh. Namun, perlu diketahui pula bahwa Power Rack di GymFitnessIndo dapat digunakan untuk latihan Squat hingga 250 kg lebih.

Untuk membantu menjawabnya, mungkin kita perlu bertanya terlebih dahulu, seberapa banyak orang yang bisa latihan Squat seberat itu?

Jadi, dengan investasi hanya ‘seperenam’ dan bisa memenuhi kebutuhan hingga 99%, Power Rack GymFitnessIndo merupakan investasi yang sangat tepat bagi para penggemar Strength Training/Compound Exercise.