Alternatif Latihan Kardio

Treadmill run latihan cardio

Latihan Cardio, pastinya Anda sudah mengetahui ya apa saja jenis latihan kardio. Ada berlari, bersepeda, lompat tali, dan sebagainya.

Umumnya latihan kardio dilakukan apabila kita ingin menurunkan berat badan. Namun, pilihan paling umum, atau pun paling sering dipilih adalah berlari.

Tidak jarang setelah berlari, kita merasakan sakit pinggang, sakit leher ataupun lutut dan keesokan harinya koyo di seluruh tubuh untuk meredakan pegal atau nyeri tersebut.

Pastinya hal tersebut sangat mengganggu aktivitas lainnya, bahkan tidak jarang pasti ada yang mengambil cuti setelah keras berolahraga.

Oleh karena hal tersebut, banyak sekali dari kita yang merasa tersiksa dan bahkan tidak lanjut berolahraga karena enggan untuk merasakan sakit atau penderitaan pasca olahraga.

Hal tersebut memang sifatnya wajar, terutama bagi kita yang jarang berolahraga, sekalinya mulai berolahraga pasti akan merasakan pegal-pegal di sebagian tempat.

Namun, bila kita merupakan penderita overweight atau obesitas, hal tersebut dalam kurun waktu tertentu dapat menyebabkan cedera. Yang mana bila Anda mengalami cedera dan diwajibkan pemulihan. Mungkin bukan berat badan turun, malah akan naik karena untuk mengobati cedera tersebut kita harus beristirahat total dan mengkonsumsi kalori lebih banyak.

Apa sebab dari rasa pegal-pegal atau mungkin cedera yang dapat disebabkan oleh berlari? Pada intinya, tidak semua orang terlahir dengan genetik untuk berlari apalagi mampu berlari dengan baik. Kecepatan mungkin dapat kita latih, tapi sebab utama ketidak nyamanan ketika berlari umumnya bisa disebabkan karena genetik, sebagai contoh, adalah Flat Feet.

Bagi orang yang terlahir dengan telapak kaki Flat Feet pastinya olahraga berlari bukanlah suatu yang nyaman, karena telapak yang tidak memiliki cekungan pada sisi dalam telapak, menyebabkan kecendurngan tumpuan ada pada pergelangan bagian dalam, lutut, pinggang dan bisa berdampak pada leher. running-man-kardio

Untuk mengatasi hal tersebut, kita harus membeli sol sepatu khusus yang dicetak khusus mengikuti anatomi kaki kita dan pastinya dengan harga yang tidak murah.

Yang kedua, gerakan berlari yang repetitif terutama jika menghentakkan kaki. Hal ini akan menyebabkan tekanan berlebih pada sendi-sendi lutut, sehingga bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih disarankan untuk menghindari olahraga berlari sebagai pilihan utama dalam menurunkan berat badan. Karena kaki sebagai tumpuan akan menahan bobot tubuh bagian atas secara berlebihan dan hal tersebut bisa berbahaya.

Selain itu, pada umumnya, kita yang mulai berlari juga belum memiliki teknik berlari dan kekuatan otot penopang yang baik ketika ingin mulai berlari, sehingga bisa jadi akan menyebabkan ketidakseimbangan postur dan terjadi cedera.

Sebelum Anda berlari, kami sarankan Anda untuk menjaga pola makan dan menurunkan kadar kalori secara  bertahap serta mulai angkat beban untuk memperkuat otot penopang, kaki, serta memiliki massa otot yang cukup untuk membakar lemak. Baru setelah turun berat badan dan kalori Anda tidak mungkin diturunkan lagi, Anda menambahkan latihan lari sebagai opsi tambahan.

Namun, bila Anda memang hobi kardio dan menginginkan latihan kardio pada tiap sesi setelah angkat beban, ada sebuah alat yang sangat aman bagi persendian dan tanpa perlu khawatir cedera.

Anda bisa memilih Rower sebagai alternatif latihan kardio Anda. Rower merupakan sebuah latihan dengan mengimitasi gerakan mendayung dengan posisi duduk. Pada Rower, Anda tidak perlu khawatir akan mengalami gejala sakit pinggang, sakit lutut dan sakit lainnya karena selain ada pengaturan beban tarikan pada damper.

Gerakan Rower juga sangat aman karena tidak menghentak pada saat memulai. Tidak seperti berlari, teknik Rower juga relatif mudah dipelajari, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda membeli Rower agar membantu Anda dalam latihan, berikut hal-hal yang harus diperhatikan.

  1. Alternatif Latihan Kardio: Saddle

    Karena akan menghabiskan waktu yang cukup lama, pilihlah Rower yang memiliki Saddle dengan kontur menyesuaikan tulang panggung dan tidak keras.

  2. Alternatif Latihan Kardio: Footrest

    Pastinya ketika latihan Rower, kaki Anda harus berada pada posisi yang kokoh dan tidak bergeser ke kiri dan kanan, makan footrest yang memiliki strap, dan bisa diatur kelebaran posisinya agar menyesuaikan kaki Anda untuk meningkatkan kenyamanan ketika latihan.

  3. Handle Bar

    Pilihlah Rower dengan diameter 28 mm, karena besar diameter tersebut menyerupai barbell sehingga nyaman digenggam. Dan pilih bahan Handlebar berupa karet atau foam, sehingga ketika Anda berkeringat, tidak akan selip.

  4. LCD dan Fitur LCD

    Selain memiliki indikator latihan yang jelas seperti, jarak, kalori, meter, heart rate, rpm, tampilan layar juga penting. Karena selama latihan Anda akan memantau progress latihan melalui layer tersebut, sehingga membutuhkan tampilan yang baik dan jelas.

  5. Ergonomis

    Kemudahan menyimpan juga penting, terutama di rumah apabila Anda tidak memiliki ruangan yang cukup untuk menyimpan kemudahan dalam menyimpan pasti akan menjadi pertimbangan.

  6. Adjustable Resistance

    Karena tiap orang memiliki kekuatan yang berbeda, pastinya adjustable resistance sangat dibutuhkan, selain Anda dapat mengukur progress latihan, Anda pun bisa menyesuaikan dengan kemampuan ketika memulai latihan.

Nah, GymFitnessIndo memiliki Rowing Machine yang memenuhi standar di atas, yaitu FreeForm R2000, yuk langsung aja di cek fitur-fiturnya pada link berikut FreeForm Rower R2000.

Bila teman-teman masih punya pertanyaan langsung saja chat tim GymFitnessIndo!

Panduan Membuat HOME GYM

Ingin tahu lebih lanjut bagaimana membangun sebuah HOME GYM di rumah Anda, simak panduan berikut!

Cek Sekarang

Panduan Membuat HOME GYM

Ingin tahu lebih lanjut bagaimana membangun sebuah HOME GYM di rumah Anda, simak panduan berikut!

Cek Sekarang