Functional Fitness Workout untuk Pemula

functional fitness workout

Functional Fitness workout menjadi salah satu olahraga yang semakin populer di seluruh dunia. Fokus utamanya adalah melatih tubuh agar lebih kuat, stabil, fleksibel, dan efisien dalam melakukan gerakan sehari-hari – mulai dari membungkuk, mengangkat sebuah objek, berlari, loncat, hingga mendorong dan menarik.

Artikel ini akan membahas konsep dasar functional fitness workout tersebut, dan kaitannya dengan olahraga modern, khususnya Crossfit dan HYROX – keduanya kini, menjadi bagian besar dari kultur functional training global.

Apa itu Functional Fitness Workout?

apa itu functional fitness workout

Functional fitness workout, dalam terjemahan bebasnya adalah “latihan kebugaran fungsional”. Namun, dalam konteks olahraga, istilah ini langsung merujuk atau bermakna metode latihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan gerak tubuh secara natural dan fungsional – latihan ini biasanya menggabungkan elemen kekuatan (strength), stamina, mobilitas, keseimbangan, dan koordinasi.

Sedangkan bagi para fitness enthusiast, istilah functional fitness atau functional training itu berarti olahraga latihan fungsional populer, yang sudah umum dilakukan di gym dan atau home gym, seperti gerakan Squat, Deadlift, Push-up, Pull-up, Lunges, Farmer Walk, Kettlebell Swing, Burpees, dll.

Gerakan-gerakan tersebut menstimulasi banyak kelompok otot secara bersamaan (Compound Exercise), bukan hanya satu area seperti pada latihan isolasi gym klasik (Bicep Curl, Skull Crusher, Lateral Raise, Single-arm Dumbbell Pullover, dll).

Manfaat Functional Fitness Workout

Lalu, seberapa besar manfaat dari latihan fungsional ini? Berikut, beberapa di antaranya:

  1. Membantu aktivitas harian menjadi lebih mudah

Functional fitness meniru gerakan sehari-hari seperti mengangkat, mendorong, menarik, dan membungkuk, sehingga tubuh terbiasa bekerja lebih efisien saat melakukan tugas harian seperti membawa barang, menapaki anak tangga, menggendong anak, dll.

  1. Meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh

Karena banyak menggunakan gerakan compound, functional fitness melatih banyak otot sekaligus. Ini membantu tubuh menjadi lebih kuat dan memiliki stamina lebih baik tanpa cepat merasa lelah.

  1. Menurunkan resiko cedera

Latihan functional itu mengaktifkan otot stabilizer, meningkatkan mobilitas sendi, dan memperkuat core, sehingga tubuh lebih siap menghadapi beban dan gerakan tak terduga dalam kehidupan nyata.

  1. Memperbaiki postur dan stabilitas core

Banyak gerakan dalam functional training melibatkan keseimbangan, rotasi, dan kontrol tubuh. Ini membantu memperbaiki postur dan menjadikan core sebagai pusat kekuatan tubuh.

  1. Meningkatkan performa olahraga

Functional fitness meningkatkan kekuatan, koordinasi, eksplosivitas, dan kontrol gerak yang dapat diterapkan ke berbagai cabang olahraga, dari lari hingga olahraga permainan.

  1. Membakar kalori lebih efektif karena multi-muscle activation

Karena melibatkan gerakan compound yang mengaktifkan banyak kelompok otot sekaligus, functional workout membakar lebih banyak energi dibanding latihan isolasi, dan mampu meningkatkan metabolisme setelah latihan (afterburn effect).

Functional Fitness vs Latihan Gym Konvensional

functional fitness vs latihan gym konvensional

Functional fitness melatih gerak tubuh yang meniru aktivitas nyata – angkat, dorong, tarik, lompat, merangkak, dan rotasi tubuh. Latihan gym konvensional cenderung fokus pada isolasi otot, seperti bicep curl, leg extension, atau chest fly menggunakan mesin. Mesin gym membantu pemula menjaga teknik dan fokus pada zona otot tertentu, tetapi kurang melatih koordinasi dan stabilitas tubuh secara menyeluruh.

Sebaliknya, functional fitness menggunakan gerakan multi-joint yang mengaktifkan core, meningkatkan keseimbangan, dan membangun kekuatan praktis yang berguna dalam kehidupan nyata maupun untuk performa olahraga.

Functional Fitness vs Crossfit vs HYROX

functional fitness vs crossfit vs hyrox

Functional Fitness, Crossfit, dan HYROX memiliki konsep yang mirip, karena ketiganya berbasis gerakan fungsional, namun fokus dan karakter latihannya berbeda.

Functional fitness lebih menekankan gerakan yang mendukung aktivitas harian serta meningkatkan mobilitas. Polanya biasanya stabil, terukur, dan sangat mudah diadaptasi untuk semua level.

Crossfit memiliki fokus pada kekuatan, teknik, dan intensitas tinggi. Programnya dikenal melalui WOD (Workout of the Day), dengan kombinasi barbell, cardio, dan gerakan gymnastics yang eksplosif.

Contoh latihan Crossfit: Thruster, Clean & Jerk, Wall Ball, Box Jump, Handstand Push-up, dll.

Sedangkan, HYROX lebih mengarah pada daya tahan dan functional strength dengan struktur yang jelas: kombinasi lari dan 8 functional workout station. Hasilnya, HYROX terasa seperti kompetisi ketahanan dengan format standar yang dapat direplikasi kapan saja.

Contoh workout HYROX: Running 1 km + Sled Push, Running 1 km + Ski Erg, Running 1 km + Burpee Broad Jump, Running 1 km + Farmer Carry, dll.

Crossfit sangat menekankan power, olympic lifting, dan elemen kompetisi. Sedangkan HYROX adalah event endurance functional fitness yang menantang kecepatan dan daya tahan – dikenal sebagai “marathon untuk athlete gym”.

Functional fitness workout bisa menjadi pondasi awal sebelum mencoba Crossfit atau HYROX, terutama untuk pemula yang ingin memastikan teknik dasar sudah benar dan tingkat kebugaran cukup stabil.

Functional Fitness vs Strength Training

Strength training berfokus pada meningkatkan kekuatan maksimal otot (misalnya deadlift, bench press, dan squat). Functional fitness juga membangun kekuatan, tetapi menggunakan kombinasi beban sedang, kecepatan, koordinasi, dan variasi gerak.

Functional Fitness untuk Wanita

functional fitness untuk wanita

Apakah functional fitness workout bisa untuk wanita? Tentu saja bisa! Justeru, banyak wanita dewasa ini memilih olahraga functional fitness, karena beberapa alasan berikut:

– Membentuk tubuh lebih proporsional dan kencang

– Tidak membuat tubuh terlalu berotot secara ekstrem

– Membakar lemak lebih efektif

– Meningkatkan kepercayaan diri dan kekuatan fungsional

Contoh workout sederhana yang bisa wanita lakukan di home gym-nya: Squat + Shoulder Press, Push-up Incline, Deadlift ringan dengan kettlebell, Plank dan side plank.

Functional Fitness di Rumah

functional fitness di rumah

Functional fitness workout adalah metode latihan yang berfokus pada gerakan alami tubuh seperti mendorong, menarik, mengangkat, dan menstabilkan. Untuk latihan di rumah, konsep ini sangat mudah diterapkan dengan menggunakan beberapa alat gym.

Rekomen: MAGNUS Skier – Mesin Performa Tinggi untuk Latihan Kardio

Barbell dan dumbbell dapat dipakai untuk latihan compound seperti squat, press, dan deadlift; bisa pula menggunakan Magnus Skier untuk membantu melatih upper body endurance, cardio dan power, dan atau Magnus Rower guna memberikan latihan fullbody cardio yang efisien dan low impact.

Rekomen: MAGNUS Rower – Mesin Latihan Kardio Tanpa Repot!

Kombinasi alat-alat tersebut membuat functional fitness workout di rumah tetap efektif, variatif, dan mampu meningkatkan kekuatan, mobilitas, serta daya tahan tubuh secara menyeluruh.

Kesimpulan

Functional fitness workout adalah pondasi latihan modern yang melatih tubuh untuk bekerja lebih efisien dalam kehidupan nyata. Bagi pemula, mulailah dengan gerakan dasar dan berfokus pada teknik. Nanti,ketika tubuh sudah siap, bisa di-upgrade latihannya ke level yang lebih intens, seperti Crossfit, dan atau HYROX sebagai tantangan progresif.

Functional fitness adalah jalan tengah yang ideal antara latihan gym tradisional dan olahraga kompetisi kekuatan modern yang sedang hype.

Alat Olahraga di Rumah

Panduan Membuat Home Gym

Ingin tahu lebih lanjut bagaimana membangun sebuah HOME GYM di rumah Anda, simak panduan berikut!

Baca Selengkapnya