New Product
All in One Machine
Tidak punya waktu ke gym bukan alasan berhenti latihan. Dengan sepasang dumbbell dan ruang seluas dua meter persegi, Anda sudah bisa melatih seluruh tubuh di rumah.
Tujuh gerakan angkat beban di rumah ini cukup untuk memulai. Semuanya bisa dilakukan tanpa alat mahal, dan tidak ada satu pun yang membutuhkan mesin gym.
Kalau Anda benar-benar belum punya alat beban sama sekali, lompat ke bagian tanpa alat. Ada versi bodyweight untuk hampir semua gerakan ini.
| Gerakan | Otot utama | Alat | Set dan repetisi |
|---|---|---|---|
| Goblet squat | Kaki, glutes, core | Dumbbell atau kettlebell | 3 x 10-12 |
| Dumbbell shoulder press | Bahu, lengan atas | Dumbbell | 3 x 10-12 |
| Bent-over row | Punggung, bicep | Dumbbell atau barbel | 3 x 10-12 |
| Romanian deadlift | Hamstring, glutes, punggung bawah | Dumbbell, kettlebell, atau barbel | 3 x 10-12 |
| Dumbbell chest press | Dada, bahu, trisep | Dumbbell | 3 x 10-12 |
| Bicep curl | Lengan depan | Dumbbell atau kettlebell | 3 x 12-15 |
| Dumbbell lunge | Kaki, keseimbangan | Dumbbell | 3 x 10 per kaki |
Untuk pemula, mulai dari dua set saja di minggu pertama. Tambah set ketiga setelah tubuh terbiasa dan tidak lagi nyeri berlebihan.
Anda tidak butuh banyak. Yang benar-benar diperlukan hanya tiga hal.
Beban yang bisa dikendalikan. Untuk latihan tubuh bagian atas, dumbbell 2 sampai 5 kg per tangan sudah cukup. Untuk tubuh bagian bawah, 5 sampai 10 kg per tangan. Kalau belum yakin, baca panduan memilih berat dumbbell untuk pemula sebelum membeli.
Ruang yang aman. Kurang lebih dua kali panjang tubuh Anda, dengan permukaan rata. Pastikan tidak ada meja atau barang pecah belah di sekitar.
Pemanasan lima menit. Jalan di tempat, putaran lengan, dan menekuk lutut beberapa kali. Tujuannya menyiapkan sendi, bukan membuat lelah.

Pegang dumbbell atau kettlebell dengan kedua tangan di depan dada, siku mengarah ke bawah.
Berdiri dengan kaki selebar bahu, ujung kaki sedikit mengarah keluar. Turunkan badan dengan menekuk lutut dan mendorong pinggul ke belakang, seperti hendak duduk di kursi. Jaga punggung tetap lurus dan dada terbuka.
Turun sampai paha sejajar lantai atau sesuai kenyamanan, lalu dorong tubuh kembali ke posisi awal dengan menekan tumit.
Gerakan ini melatih otot kaki, glutes, dan core sekaligus. Karena bebannya dipegang di depan, punggung lebih mudah dijaga tetap netral dibanding squat dengan barbel.
Kesalahan yang sering terjadi: tumit terangkat, dan lutut masuk ke dalam saat berdiri. Kalau tumit terangkat, lebarkan sedikit posisi kaki.
Pegang dumbbell di kedua tangan sejajar bahu, telapak menghadap depan atau sedikit ke dalam.
Berdiri atau duduk tegak dengan punggung lurus. Dorong dumbbell ke atas sampai lengan hampir lurus, tanpa mengunci siku. Turunkan perlahan.
Gerakan ini menargetkan otot bahu dan lengan bagian atas. Kalau ingin variasi yang lebih lengkap untuk bahu, ada panduan latihan bahu yang baik dan efektif yang membahas sudut dan rentang gerak lebih detail.
Hindari mengayun. Kalau beban terasa terlalu berat sampai pinggang ikut bergerak, turunkan beratnya.

Berdiri dengan kaki selebar bahu, lutut sedikit ditekuk. Bungkukkan tubuh ke depan sekitar 45 derajat dengan punggung lurus, kepala sejajar tulang belakang.
Pegang dumbbell atau barbel dengan tangan lurus menggantung. Tarik beban ke arah perut, tekuk siku, dan dekatkan ke sisi tubuh. Tahan sejenak, lalu turunkan perlahan.
Kalau memakai barbel tanpa plates, bobot bar untuk pria sekitar 20 kg dan bar khusus wanita sekitar 15 kg.
Gerakan ini melatih otot punggung dan bicep, serta memperbaiki postur. Untuk variasi lain yang menyasar area yang sama, lihat latihan otot punggung untuk pemula.
Berdiri tegak dengan kaki selebar bahu, pegang beban di depan paha dengan tangan lurus.
Tekuk sedikit lutut, lalu turunkan beban dengan menggerakkan pinggul ke belakang. Jaga punggung tetap lurus sepanjang gerakan.
Turunkan sejauh yang nyaman, biasanya sampai di bawah lutut atau sampai terasa regangan pada hamstring. Angkat kembali dengan menggerakkan pinggul maju.
Fokus pada gerakan pinggul, bukan pada membungkukkan punggung. Ini yang membedakannya dari deadlift biasa.
Gerakan ini memperkuat hamstring, glutes, dan punggung bawah, sekaligus meningkatkan fleksibilitas pinggul.
Berbaring terlentang di lantai. Tekuk lutut dan letakkan kaki rata di lantai.
Pegang dumbbell di masing-masing tangan sejajar dada, siku membentuk sudut sekitar 90 derajat. Dorong ke atas sampai lengan hampir lurus, tanpa mengunci siku. Turunkan perlahan.
Gerakan ini melatih otot dada, bahu, dan trisep tanpa perlu bench press. Karena punggung Anda ditopang lantai, rentang geraknya lebih pendek dibanding versi di bangku. Itu justru menguntungkan pemula.
Jangan memantulkan beban di lantai. Turunkan dengan terkendali sampai menyentuh, lalu dorong lagi.

Berdiri tegak, genggam dumbbell di sisi tubuh dengan telapak menghadap depan.
Angkat beban dengan menekuk siku, gerakkan hanya lengan bawah ke arah bahu. Tahan sejenak di posisi atas, lalu turunkan perlahan.
Pastikan siku tetap dekat tubuh dan tidak ikut bergerak ke depan. Kalau siku maju, beban sebagian dipindahkan ke bahu.
Gerakan ini membentuk otot lengan depan. Ada latihan otot bicep di rumah yang membahas variasinya kalau Anda ingin menambah pilihan.
Berdiri tegak sambil memegang dumbbell di samping tubuh.
Langkahkan satu kaki ke depan, turunkan tubuh dengan menekuk kedua lutut sampai lutut depan membentuk sudut 90 derajat. Pastikan lutut depan tidak melewati ujung kaki, dan lutut belakang hampir menyentuh lantai.
Dorong kembali ke posisi berdiri dengan menekan tumit kaki depan. Ulangi dengan kaki satunya.
Gerakan ini melatih otot kaki, keseimbangan, dan stabilitas tubuh. Kalau keseimbangan masih sulit, lakukan tanpa beban dulu.
Tidak punya dumbbell bukan penghalang. Beberapa gerakan di atas punya versi bodyweight yang melatih otot yang sama.
Untuk kaki, gunakan squat tanpa beban dan lunge tanpa beban. Fokus pada tempo lambat, tiga detik saat turun. Cara ini membuat otot bekerja lebih lama meski tanpa tambahan berat.
Untuk punggung, gunakan inverted row di bawah meja yang kokoh, atau pull up kalau ada tiang. Untuk dada, push up dengan variasi kemiringan sesuai kemampuan.
Untuk lengan, tidak ada pengganti yang sepadan tanpa beban. Tapi otot lengan tetap terlatih dari gerakan punggung dan dada di atas.
Kalau nanti ingin menambah beban, ada rekomendasi alat gym di rumah untuk memilih perlengkapan awal tanpa membeli yang tidak perlu.
Untuk pemula, patokannya bukan angka di dumbbell, melainkan jumlah repetisi yang bisa diselesaikan dengan teknik baik.
Pilih beban yang membuat repetisi terakhir terasa menantang, tetapi masih terkendali. Kalau Anda bisa menyelesaikan jauh lebih banyak dari target, bebannya terlalu ringan. Kalau teknik mulai rusak sebelum repetisi terakhir, terlalu berat.
Naikkan beban setelah Anda bisa menyelesaikan seluruh set dan repetisi dengan stabil selama dua sesi berturut-turut.
Menaikkan beban terlalu cepat. Otot menyesuaikan diri lebih cepat daripada tendon dan sendi. Naikkan perlahan, jangan karena ingin memakai angka yang lebih besar.
Memakai beban yang sama untuk semua gerakan. Dumbbell yang cocok untuk squat belum tentu cocok untuk bicep curl. Gerakan isolasi seperti lateral raise biasanya butuh beban jauh lebih ringan.
Mengabaikan pemanasan. Lima menit pemanasan mengurangi risiko cedera dan membuat gerakan terasa lebih mudah.
Berlatih setiap hari. Otot tumbuh saat istirahat, bukan saat latihan. Beri jeda minimal satu hari untuk kelompok otot yang sama.
Kalau muncul nyeri tajam, mati rasa, atau kesemutan, hentikan latihan. Nyeri otot yang wajar terasa pegal dan menyebar, bukan tajam dan menusuk di satu titik. Kalau nyeri berlanjut lebih dari beberapa hari, ada penjelasan soal nyeri otot setelah olahraga dan cara mengatasinya.
Tiga sesi per minggu sudah cukup untuk pemula, dengan jeda satu hari di antaranya.
Susun agar seluruh tubuh terlatih dalam satu sesi. Urutan yang masuk akal: mulai dari gerakan kaki, lanjut ke punggung dan dada, tutup dengan lengan.
Untuk gambaran lebih lengkap soal urutan dan pembagian hari, ada panduan urutan latihan fitnes yang baik dan benar dan jadwal fitness untuk pemula yang bisa Anda ikuti.
Catat setiap sesi. Berat beban, jumlah set dan repetisi, dan bagaimana rasanya. Catatan sederhana ini membuat Anda tahu kapan waktunya menambah beban, dan kapan sebaiknya berhenti.
Latihan di rumah bukan versi setengah dari latihan di gym. Dengan tujuh gerakan ini dan penambahan beban yang teratur, Anda bisa membangun kekuatan yang sama seriusnya.
Yang membedakan hasil bukan tempatnya, melainkan konsistensi dan kualitas gerakan. Mulai dari beban yang ringan, kuasai tekniknya, lalu tambah sedikit demi sedikit.
Kalau Anda memiliki cedera atau kondisi kesehatan tertentu, mintalah penilaian dari pelatih yang kompeten atau tenaga kesehatan sebelum memulai.
Ruko Darwin Timur No. 11-12, Scientia Boulevard, Gading Serpong, Medang, Kec. Pagedangan, Tangerang — Banten 15344
Ruko Darwin Timur No. 62-65, Scientia Boulevard, Gading Serpong, Medang, Kec. Pagedangan, Tangerang — Banten 15344
+62 812-9377-7329 (SALES 1)
+62 813-9262-5151 (SALES 2)
+62 851-5791-7511 (SALES 3)
Panduan Membuat Home Gym
Ingin tahu lebih lanjut bagaimana membangun sebuah HOME GYM di rumah Anda, simak panduan berikut!
Baca SelengkapnyaThe Blog
Kumpulan artikel fitness, kebugaran, dan tips.
Baca Semua artikel6 Latihan Kaki di Rumah dengan Gerakan yang Efektif
Cara Membesarkan Paha dengan Latihan yang Tepat
5 Latihan Paha Belakang di Rumah
Ini Latihan Kaki untuk Pria Kurus
Latihan Angkat Beban di Rumah untuk Pemula [7 Gerakan Mudah]
7 Latihan Dumbbell Dan Bench!
Cara Meningkatkan Massa Otot Jitu untuk Pemula
Workout di Rumah untuk Pemula