New Product
All in One Machine
Apakah Crossfit Berbahaya? Sebelum tiba pada jawabannya, sebaiknya anda memahami ‘duduk-soal’ apa itu Crossfit – maka, jawaban apa adanya dari pertanyaan klasik terkait Crossfit ini akan tuntas terjawab. Yuk, simak hingga akhir artikel ini!
Banyak orang tertarik mencoba Crossfit, karena hasilnya terlihat nyata: tubuh lebih kuat, stamina meningkat, dan latihannya memang terasa lebih menantang. Namun, sebelum memulai, lagi-lagi pertanyaan klasik selalu muncul: Apakah Crossfit berbahaya…? Apalagi, bagi Crossfiters pemula…?

Crossfit selalu dianggap berbahaya, setidaknya karena sejumlah faktor berikut:
Crossfit dikenal sebagai olahraga berintensitas tinggi. Tetapi, faktanya intensitas ini bersifat relatif. Bisa di-scaling kok. Khusus untuk Crossfit pemula, intensitas PASTI DITURUNKAN atau di-adjust sesuai kapasitas fisik dan pemahaman pemula terhadap olahraga ini – dan pastinya, adaptasi intensitas tersebut dilakukan secara bertahap.
Gerakan seperti snatch atau clean tampak berbahaya ketika hanya dilihat sekilas. Padahal, pemula tidak akan langsung melakukan versi penuh, melainkan belajar teknik dasar terlebih dahulu.
Banyak video cedera para Crossfitters di medsos tidak menunjukkan konteks dan sebab sesungguhnya, seperti apakah karena kurang pemanasan, dan atau teknik yang buruk. Inilah yang menjadi viral, sehingga menimbulkan kesan, bahwa Crossfit itu super extrem, dan karenanya beresiko cedera serius. Kenyataannya tidaklah demikian.

Untuk Crossfit pemula, sistem olahraga ini justeru fleksibel, karena menggunakan konsep scaled (penyesuaian) itu tadi. Artinya:
Beban Latihan Selalu Disesuaikan
Pemula akan diarahkan menggunakan beban ringan, atau bahkan berat tubuh sendiri untuk meminimalisir, bahkan menolkan resiko cedera.
Jumlah Repetisi Dikurangi
Untuk pemula, jumlah repetisi pasti disesuaikan dengan kemampuan awal. Tujuannya, agar pemula berfokus pada teknik, bukan pencapaian repetisi besar dan kelelahan berlebihan.
Gerakan Kompleks Diganti Versi Dasar
Pemula tidak langsung memulai gerakan yang kompleks. Di Box atau Crossfit Gym, gerakan angkat eksplosif seperti snatch, akan diganti dengan gerakan kontrol yang lebih sederhana seperti dumbbell deadlift atau hang deadlift. Dan, gerakan clean diganti dengan goblet squat.
Dengan pendekatan seperti itu, Crossfit aman-aman saja bagi pemula.

Sebagian besar cedera Crossfit bukan karena gerakan atau penerapan WOD Crossfit-nya, tetapi karena kesalahan individu-nya sendiri, seperti:
Berlatih Sendiri Tanpa Pemahaman Utuh
Cedera Crossfit terjadi, karena pemula berlatih sendiri di rumah, tanpa pemahaman yang utuh dan benar; tanpa dukungan seorang pelatih atau mentor berpengalaman, dan tidak berlatih dalam komunitas box. Kondisi-kondisi tersebut beresiko menimbulkan cedera alias berbahaya bagi diri sendiri!
Ego Ingin Terlihat Kuat
Banyak pemula memaksakan beban atau kecepatan demi terlihat “jago”.
Mengorbankan Teknik demi Cepat Selesai
Ingat, teknik yang buruk meningkatkan resiko cedera! Utamanya pada area bahu dan punggung.
Pemanasan dan Recovery Diabaikan
Tubuh yang tidak dipersiapkan dan tidak di-recovery dengan baik usai latihan Crossfit, sangat rentan cedera.
Guys…, Tidak ada olahraga yang benar-benar bebas resiko!
Di gym konvensional, cedera sering terjadi juga. Itu bermula karena eksekusi (teknik) gerakan yang salah, dan atau latihan yang monoton dalam frekuensi latihan yang over. Sedangkan di Crossfit, resiko muncul jika intensitas tidak dikontrol.
Jadi, pemula yang mau memahami dan belajar teknik, serta mengikuti Crossfit program yang tepat, Crossfit tidak lebih berbahaya dari bentuk-bentuk latihan fisik lainnya.

Jadi, apakah Crossfit berbahaya atau tidak? TIDAK BERBAHAYA! Jika dilakukan dengan metode atau cara yang benar. Nah, berikut beberapa tips agar latihan Crossfit tetap aman alias tidak mendatangkan bahaya:
Jadi, apakah Crossfit berbahaya atau tidak? Untuk Crossfitters pemula hingga advanced, olahraga berintensitas tinggi ini tidak berbahaya, asalkan dilakukan secara bertahap, dengan teknik yang benar, dan tanpa ego.
Ingat, Crossfit menjadi beresiko, bukan karena metodenya, tetapi karena cara melakukannya yang salah. Sekali lagi, jika dijalani dengan benar, Crossfit itu aman, efektif untuk kehidupan nyata, dan berkelanjutan hasilnya.
Ruko Darwin Timur No. 11-12, Scientia Boulevard, Gading Serpong, Medang, Kec. Pagedangan, Tangerang — Banten 15344
Ruko Darwin Timur No. 62-65, Scientia Boulevard, Gading Serpong, Medang, Kec. Pagedangan, Tangerang — Banten 15344
+62 812-9377-7329 (SALES 1)
+62 813-9262-5151 (SALES 2)
+62 851-5791-7511 (SALES 3)
Panduan Membuat Home Gym
Ingin tahu lebih lanjut bagaimana membangun sebuah HOME GYM di rumah Anda, simak panduan berikut!
Baca SelengkapnyaThe Blog
Kumpulan artikel fitness, kebugaran, dan tips.
Baca Semua artikelPenyedia Alat Gym Komersial Terpercaya
Vendor Alat Gym untuk Pelaku Bisnis
Penyedia Alat Gym Terpercaya Indonesia
Penyedia Alat Gym Rumah Terpercaya
Solusi Home Gym untuk Ruangan Sempit
Cara Pemanasan Sebelum Olahraga
Perlengkapan Dasar Home Gym Pemula
Program Latihan Gym di Rumah untuk Pemula