New Product
All in One Machine
Functional Training atau latihan fungsional, dan atau functional fitness adalah jenis latihan fisik yang berfokus pada gerakan-gerakan yang meniru aktivitas harian manusia, seperti berjalan, berlari, membungkuk, mengangat, mendorong, menarik, berjongkok, memutar, dan menjaga keseimbangan. Inilah gerakan dasar manusia. Dan, gerakan dasar ini dilatih dalam satu pola gerakan yang menstimulus beberapa kelompok otot dan sendi sekaligus.
Jadi, functional training itu bukan latihan isolasi pada satu-dua otot tertentu; latihan fungsional ini bisa dibilang sebagai bentuk compound training yang berpadu dengan conditioning training. Karena, ujung dari latihan ini adalah tercapainya level kebugaran yang maksimal, yang karenanya mampu melahap semua aktivitas harian apapun yang dijalani.

Functional training memiliki beberapa prinsip yang menjadi dasar dari olahraga yang sebenarnya telah muncul sejak zaman purba, dipraktikkan secara medis oleh Hippocrates pada zaman Yunani Kuno, dan menjadi populer dalam bentuknya yang modern pada abad ke-20.
Berikut, 4 prinsip dasar functional training:
Sebagaimana sudah disinggung, functional training itu merupakan gerakan yang meniru aktivitas manusia sehari-hari, seperti berlari, mengangkat, mendorong, menarik, membungkuk, memutar, dll.
Latihan fungsional itu melibatkan banyak kelompok otot dan sendi secara bersamaan, seperti squat, lunge, push-up, pull-up, dan gerakan memutar. Itu sebabnya, latihan fungsional disebut pula dengan latihan gerakan multi-sendi.
Functional training merupakan latihan gerakan yang terintegrasi; tubuh dilatih sebagai satu kesatuan, bukan isolasi bagian tubuh tertentu.
Dalam beberapa gerakan, functional training sengaja dilakukan dalam posisi tubuh yang tidak stabil dalam kurun waktu tertentu. Gunanya, untuk melatih keseimbangan dan stabilitas tubuh.

Functional Training mempunyai banyak manfaat, di antaranya:
Level kebugaran merupakan tingkat kemampuan seseorang dalam menjalani segala aktivitas fisik ringan maupun berat. Kebugaran yang terbentuk maksimal, artinya telah terbangun muscle strength, endurance, fleksibility, mobility, dan eksplosion power.
Dengan kondisi fisik dan kebugaran yang demikian, aktivitas fisik seberat apapun cenderung dapat diatasi.
Karena latihan fungsional itu melatih beberapa kelompok otot secara bersamaan, maka kekuatan dan daya tahan otot pun meningkat. Tentu saja, ini bukan hasil latihan sehari semalam. Keseriusan dan konsistensi berlatih adalah kunci sukses dari latihan fungsional.
Latihan fungsional yang menantang keseimbangan dan stabilitas dapat membantu mencegah cedera, dan meningkatkan kinerja dalam olahraga dan aktivitas sehari-hari. Ini membuat seseorang yang konsisten melakukan functional training, tidak mudah oleng dan jatuh manakala dalam menjalankan aktivitas harian, tubuh harus terpaksa berada dalam posisi yang tidak ideal.
Latihan fungsional yang melibatkan gerakan multi-sendi dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas sendi. Kondisi ini akan sangat membantu dalam merespon semua aktivitas harian yang dijumpai.
Latihan fungsional yang melibatkan gerakan terintegrasi dapat membantu meningkatkan koordinasi dan kesadaran tubuh. Ini akan membuat seluruh anggota tubuh bertindak sebagai unit yang kompak dalam menyelesaikan segala aktivitas harian.
Sebagaimana sudah disinggung, functional training itu mencakup juga conditioning training, yaitu pengkondisian tubuh sebelum latihan inti. Nah, salah satu bagian penting dari conditioning training adalah latihan aerobik atau kardio yang terbukti efektif meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru.

Functional training yang dilakukan secara teratur itu meningkatkan daya ledak dan kecepatan, baik bagi individu biasa maupun atlet. Latihan seperti squat jump dan squat dengan beban itu memperkuat otot inti, punggung bawah, glutes, paha, dan betis, yang berkontribusi pada peningkatan kekuatan, keseimbangan, dan kecepatan.
Latihan fungsional dirancang untuk melatih tubuh secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada satu kelompok otot tertentu. Dengan latihan fungsional yang serius dan konsisten, kekuatan, daya tahan, keseimbangan, stabilitas, fleksibilitas, mobilitas, koordinasi, dan kesadaran tubuh akan meningkatkan performa atletik dan kemampuan meng-handle dan menuntaskan aktivitas harian apapun.
Latihan fungsional secara rutin merangsang otot dan persendian, sehingga meningkatkan rentang gerak tubuh (range of motion). Hal ini akan mempermudah dalam melakukan gerakan yang membutuhkan jangkauan lebih luas, seperti meraih benda pada ketinggian, atau membungkuk untuk memungut objek di lantai, tanpa rasa sakit atau resiko cedera. Selain itu, latihan ini juga meningkatkan fleksibilitas tubuh secara keseluruhan.
Dengan fokus pada penguatan otot inti dan punggung bawah, functional training meningkatkan stabilitas dan mengurangi risiko cedera saat melakukan gerakan yang melibatkan tubuh bagian atas dan bawah, baik secara terencana maupun tiba-tiba.
Functional training dapat dilatih tanpa alat gym dan dengan menggunakan peralatan gym. Berikut, sejumlah contoh latihan fungsional tanpa alat gym (bodyweight training): Squat (tanpa alat gym), Single Leg Squat, Lunge, Push-up, Pull-up, Plank, Plank to Push-up, Hinge, Single-leg hops, Burpees, Mountain Climbers, dll.
Sedangkan, contoh latihan kekuatan dengan menggunakan alat fitness, antara lain: Dumbbell Snatch, Kettlebell Swing, Squat, Bench Press, Deadlift, Bent-over Row, Lat Pulldowns, Battle Rope, Farmer’s Carry, dll.

Meskipun tanpa alat gym, latihan fungsional dapat dilakukan, namun pencapaian kondisi yang lebih menantang dan progresif akan bisa terpenuhi dengan adanya dukungan peralatan gym.
Jika anda sudah memasuki tahap tersebut, sejumlah alat gym berikut bisa jadi pertimbangan sebagai upaya skalabilitas latihan: Barbel (lengkap dengan weight plates), dumbbell, kettlebell, bench press, power rack, combo rack, battle rope, medicine ball, TRX suspension, dan bahkan all in one trainer yang compact dan stylish, seperti MAGNUS FT 100.
Functional training cocok untuk semua orang, baik pemula maupun atlet berpengalaman; dan cocok pula bagi orang pasca cedera.
Karena tujuan dan kebutuhan olahraga tiap orang berbeda, begitu pula dengan tingkat kebugarannya, maka berdiskusi dan atau konsultasi dengan pelatih berpengalaman sangat disarankan sebelum memulai latihan fungsional dengan serius. Ini akan menentukan pula program latihan seperti apa yang bakal dijalani. Dengan begitu, hasil akhir yang signifikan bisa tercapai.
Ruko Darwin Timur No. 11-12, Scientia Boulevard, Gading Serpong, Medang, Kec. Pagedangan, Tangerang — Banten 15344
Ruko Darwin Timur No. 62-65, Scientia Boulevard, Gading Serpong, Medang, Kec. Pagedangan, Tangerang — Banten 15344
+62 812-9377-7329 (SALES 1)
+62 813-9262-5151 (SALES 2)
+62 851-5791-7511 (SALES 3)
Panduan Membuat Home Gym
Ingin tahu lebih lanjut bagaimana membangun sebuah HOME GYM di rumah Anda, simak panduan berikut!
Baca SelengkapnyaThe Blog
Kumpulan artikel fitness, kebugaran, dan tips.
Baca Semua artikelCara Pemanasan Sebelum Olahraga
Perlengkapan Dasar Home Gym Pemula
Program Latihan Gym di Rumah untuk Pemula
Cara Menurunkan Berat Badan di Rumah
Solusi Home Gym untuk Ruangan Sempit
Perbedaan Treadmill Manual dan Elektrik: Bagus Mana?
Gaya Hidup vs Kesehatan
Investasi Home Gym, or NOT?