4 Alat Angkat Beban yang Paling Penting

Barbell contoh alat angkat beban

Ada banyak langkah baru yang bisa Anda persiapkan untuk memulai gaya hidup sehat, salah satunya dengan rajin berolahraga. Saat nama gym masuk ke pikiran Anda, otomatis banyak jenis olahraga yang bisa Anda lakukan dan semua dilakukan bersamaan dengan mesin canggih. Sebut saja treadmills, bikes atau rowing machine.

Akan tetapi, bila tujuan Anda bukanlah olahraga kardio, melainkan melatih kekuatan fisik dan otot maka pilihlah alat angkat beban. Latihan beban dengan peralatan gym yang lengkap akan membantu meningkatkan kekuatan fisik sekaligus menambah masa otot.

Apalagi bila prosesnya dilakukan dengan tepat di gym profesional di bawah arahan instruktur yang berpengalaman, tentu hasilnya akan lebih maksimal.

 

Alat Angkat Beban Paling Penting

Sebelum mengenal latihan angkat beban, ada baiknya bila Anda terlebih dahulu memahami beberapa macam komponen penting yang biasa digunakan saat latihan angkat beban. Dan berikut beberapa peralatannya:

  1. Barbell

    Anda yang belum terbiasa berolahraga di gym tentu tidak mengenal dengan baik apa itu barbell. Kemungkinan besar hanya pernah melihat tampilannya di media sosial atau internet. Secara harfiah, barbell merupakan tongkat besi yang tiap-tiap ujungnya sengaja diberi pemberat yakni plate (piringan beban).

    Ukuran masing-masing barbell berbeda. Untuk perempuan, ukuran barbell sepanjang 2m dengan beban 15kg dan untuk laki-laki dengan panjang 2.2m dan bobot 20kg. Berlatih menggunakan barbell mampu melatih seluruh bagian tubuh seperti dada, bahu, punggung, dan juga kaki.

    Uniknya, meskipun barbell termasuk peralatan angkat beban yang maskulin. Nyatanya, banyak kaum hawa yang tertarik untuk mencoba mengangkat peralatan ini, tentu dimulai dengan barbell kosong atau tanpa beban untuk menguasai teknik gerakan yang akan dilakukan terlebih dahulu. Tujuan latihan merupakan suatu hal penting yang harus ditentukan untuk menjadi patokan latihan kedepannya.

    Ketika seseorang mulai berlatih, disarankan menggunakan bobot teringan terlebih dahulu. Kemudian dengan meningkatnya intensitas dari watu ke waktu, bisa menambahkan bobot beban mulai dari 2.5kg hingga ke beban yang lebih berat.

    Penambahan bobot beban pada latihan dapat dilakukan perminggu pada setiap jenis latihan yang dilakukan. Lakukan latihan dengan mengutamakan teknik angkatan agar terhindar dari cidera dan memastikan kita mampu mengontrol gerakan dengan baik.

    Tiap-tiap orang memiliki daya tahan dan kemampuan yang berbeda untuk mengangkat barbell. Tapi untuk seorang pemula, ada baiknya jika berlatih dari berat minimal terlebih dahulu sehingga otot-otot Anda tidak akan terkejut dengan perubahan yang terjadi.

  2. Plates

    Seringkali disebut sebagai weight plates merupakan pelat beban yang dibuat dengan memperhatikan ukuran standar dari internasional dan tingkat akurasi kalibrasi beban. Komponen alat angkat beban ini tidak dibuat dari material sembarangan melainkan diciptakan dari material berkualitas untuk memaksimalkan latihan angkat beban yang dilakukan seseorang.

    Menariknya, lempengan berat ini ternyata bisa digunakan untuk melatih kekuatan otot tanpa tambahan atau dengan tambahan peralatan lainnya. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan kebutuhan saja.

    Masing-masing plates dibuat dengan kisaran berat yang berbeda. Pilihannya adalah mulai dari beban 0.5kg hingga besaran 25kg pada tiap plate beban. Selain plate beban, latihan yang dilakukan juga harus dilengkapi dengan barbell yang baik, squat rack dan lifting platform.

    Untuk memastikan perkembangan latihan, kita harus rutin berlatih dan terus menambah berat pada tiap gerakan sehingga terhindar dari stagnansi pada satu angkat tertentu saja.

    Pilihlah berat yang sesuai dengan kemampuan Anda dan jangan memaksakan diri memilih beban yang terlalu berat. Karena dikhawatirkan akan menyebabkan cidera. Bagi pemula, akan lebih baik bila menggunakan jasa pelatih untuk yang pertama kali. Seorang pelatih tidak hanya membantu mengajarkan gerakan yang tepat, tapi akan turut merekomendasikan berapa beban yang sesuai untuk Anda.

  3. Rack

    Power rack adalah komponen terpenting yang akan membantu seseorang dalam melakukan banyak kegiatan fisik termasuk melatih kekuatan otot bahkan membakar lemak. Di gym, pada umumnya tersedia power rack dengan berbagai macam spesifikasi dan fungsi yang bisa kita gunakan untuk berlatih angkat beban.

    Bila bicara tentang power rack, kita akan menemukan beberapa tipe power rack yang bisa dipilih untuk berlatih. Mulai dari free squat stand, half rack, dan power rack. Masing-masing power rack memiliki kelebihan dan fungsi sendiri yang akan memaksimalkan latihan fisik atau angkat beban yang Anda lakukan.

    Misalnya free squat stand yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan bench atau squat. Kisaran berat yang bisa dihandle oleh rack ini antara 100-200 kg. Dari ketiga jenis power rack yang telah disebutkan sebelumnya, rack ini termasuk jenis yang paling murah dan fleksibel karena bisa diangkat dan ditempatkan di mana saja.

    Sementara untuk Power Rack, mampu menahan beban berat antara 200-400 kg.

  4. Bench

    Komponen terakhir yang tidak kalah penting dan wajib untuk dikenali adalah bench.

    Bench merupakan kursi gym yang banyak digunakan untuk menopang tubuh sekaligus memaksimalkan latihan fisik ketika seseorang mengangkat alat beban. Kursi gym ini dibuat sangat fleksibel, Anda bisa melakukan berbagai latihan fisik termasuk melatih otot perut, otot dada, otot bahu dan lainnya.

    Sama seperti power rack, bench pun memiliki spesifikasi dan jenis-jenis tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan dan latihan fisik yang dilakukan. Seperti commercial grade ataupun homegrade. Selain itu, Bench juga memiliki kelengkapan perbedaan angle bangku seperti Flat dan Incline, atau Flat, Incline dan Decline.

    Dari sekian banyaknya jenis bench yang digunakan, rata-rata penggemar olahraga ini lebih menyukai berlatih dengan menggunakan commercial grade flat incline dan decline karena dapat digunakan juga untuk berlatih otot perut. Selain itu juga dapat berlatih decline bench press dan inclines chest press hingga shoulder press.

 

Agar manfaat melakukan latihan fisik angkat beban terasa bagi tubuh bukan sekedar merasa letih saja. Pastikan lakukan dengan cara yang benar. Para pemula harus lebih memperhatikan baik itu teknik maupun frekuensi dari latihan angkat beban. Jadi membebani tubuh dengan memaksakan latihan fisik. Ada baiknya jika mengikuti tips melakukan olahraga angkat beban berikut ini:

  • Melakukan Pemanasan

    Mencoba melakukan latihan fisik dengan mengangkat beban bukan seperti olahraga sederhana seperti yang Anda lakukan sebelumnya. Hal pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan olahraga ini adalah pemanasan. Pemanasan penting dilakukan untuk membuat otot Anda menjadi lebih lentur dan santai sebelum digunakan secara optimal di latihan angkat beban.

    Lakukan pemanasan sederhana seperti peregangan atau jogging. Lamanya pemanasan bisa disesuaikan dengan kebutuhan tapi minimal lakukan selama 10 menit.

  • Melakukan Gerakan Sesuai Arahan Instruktur

    Seorang pemula biasanya tidak mengenal peralatan gym dengan baik, bahkan mungkin baru melihat untuk yang pertama kalinya. Agar tidak salah menggunakan peralatan dan mencederai diri sendiri pastikan untuk selalu mengikuti arahan yang diberikan oleh instruktur.

    Melakukan gerakan dengan benar akan memberikan manfaat positif untuk tubuh. Berbanding terbalik jika Anda melakukan gerakan secara sembrono.

  • Menggunakan Beban Tubuh Sendiri

    Sebagai seorang pemula terkadang Anda ingin mencoba berbagai peralatan angkat beban yang terdapat di gym seperti barbell atau dumbbell. Tapi, ada baiknya lakukan aktvitas fisik dengan menggunakan beban tubuh sendiri.

    Dan bila hasilnya sudah optimal, baru beralihlah dengan alat angkat beban yang Anda sukai.