Inilah Program Diet Paling Terkenal

Vegetable skewer

Bagaimana cara menurunkan berat badan? Pertanyaan tersebut seringkali dijawab dengan diet. Padahal, diet sejatinya adalah mengatur pola makan. Terlebih, program diet tertentu ternyata belum tentu cocok untuk semua orang. Mari kita bahas mendalam tentang jenis-jenis diet yang paling digemari di dunia.

Jenis Program Diet Paling Terkenal

Diet yang paling umum adalah diet kalori, diet untuk penderita diabetes, diet rendah karbohidrat, hingga diet kolesterol. Dari berbagai diet tersebut, pada dasarnya tujuannya adalah keseimbangan metabolisme. Penurunan berat badan adalah bonus, yang biasanya lebih efektif lewat rutin berolahraga.

Seperti diungkapkan pada paragraf pembuka, tidak semua orang cocok dengan program diet tertentu. Itu sebabnya, Anda harus memilih jenis diet yang paling tepat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Untuk itu, Anda harus mengevaluasi diri sendiri.

Berikan diri sendiri pertanyaan seperti: ‘Apakah panduan diet akan membuat Anda bahagia? Stres? Tertekan?’. Karena, kunci keberhasilan diet adalah rasa senang saat menjalaninya dalam jangka waktu yang panjang. Beberapa orang bahkan menyamakan diet seperti mahligai perkawinan, yang di dalamnya terdapat komitmen.

Berikut ini adalah beberapa jenis diet yang populer di dunia:

  1. Program Diet Ketogenik

    Sebuah riset yang dipublikasikan oleh Clinical Cardiology menyebutkan bahwa diet keto dapat menjadi sebuah metode menurunkan berat badan yang efektif.

    Namun, untuk bisa mencapai hasil terbaik, harus mengikuti jadwal atau perencanaan diet secara konsisten, tanpa adanya hari ‘curang’. Jadi, benar-benar menjalani program sebaik-baiknya.

    Pada dasarnya, diet keto sangat popular bagi mereka yang mengidap diabetes tipe 2. Sedangkan bagi penderita diabetes tipe 1 dan mereka yang memiliki masalah metabolisme lainnya sangat tidak disarankan untuk mengikuti program keto.

    Cek juga: DHZ S100L SPIN BIKE

    Hal yang paling sulit dari diet keto adalah menghindari karbohidrat. Apalagi, kita hidup di Indonesia yang seringkali menyajikan karbohidrat dalam jumlah sangat besar dalam satu sajian makanan.

    Tantangan tersebut semakin besar ketika Anda harus bergabung dengan pesta atau acara-acara tertentu yang menyajikan karbohidrat sebagai menu utama.

    Program diet keto juga memiliki efek samping yang umum. Seperti diare, konstipasi, kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kepala, hingga kesulitan bernapas.

    Gejala-gejala tersebut sering disebut sebagai flu keto, yang terjadi akibat sistem tubuh yang beradaptasi dengan kebiasaan diet keto.

  2. Program Diet Paleo

    Pada dasarnya, diet ini mengikuti pola hidup leluhur kita dari jaman Paleolitikum. Banyak orang menganggap dasar diet ini adalah menghindari daging tinggi lemak. Padahal, yang harus dihindari adalah biji-bijian, produk susu dan turunannya, gula olahan, dan garam.

    Dengan gaya diet Paleo, Anda butuh waktu ekstra untuk menyiapkan menu makanan sehari-hari. Sebab, sayuran adalah solusi untuk menghindari semua pantangan yang ada pada diet ini.  Tentunya Anda harus membuat rencana memasak agar tercipta variasi makanan setiap harinya.

    Baca juga: Olahraga Kardio Untuk Diet Anda

    Sebuah pengamatan pernah dilakukan terhadap diet Paleo, dan membuktikan bahwa diet ini cukup memberikan dampak untuk penurunan berat badan.

    Tetapi, riset lain juga menunjukan bahwa orang yang melakukan diet ini cukup rentan kekurangan kalsium dan vitamin D. Itu berarti, mereka yang memiliki risiko osteoporosis wajib menghindari program diet ini.

    Scaling waist

  3. Program Diet DASH

    Diet yang satu ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang memiliki masalah tekanan darah tinggi. Karena diet ini mengutamakan asupan makanan dengan kandungan sodium yang rendah. Biasanya, orang dengan masalah jantung dan obesitas lebih memilih cara diet ini.

    Jenis makanan yang bisa dikonsumsi pada diet ini adalah buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, biji-bijian utuh, daging tanpa lemak, ikan, dan daging unggas.

    Makanan yang harus dihindari adalah makanan olahan, minuman dalam kemasan, camilan, dan juga daging merah yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan masalah jantung.

  4. Puasa Berselang

    Bukan seperti puasa umat Islam, tetapi program diet ini dikenal dengan nama Intermittent Fasting, alias mengatur jadwal makan. Anda benar-benar harus puasa pada jam yang dilarang.

    Periodenya beragam, mulai dari 24 jam selama satu atau dua hari per minggu. Jika itu terlalu berat, ada variasi lain seperti 16/8 yang artinya 16 jam puasa dan 8 jam diizinkan makan.

    Diet yang satu ini sangat sering diikuti oleh mereka yang bertujuan untuk mengurangi berat badan. Sebab, diet ini tergolong mudah dalam hal pantangan kalori. Diet ini memungkinkan Anda untuk mengonsumsi kalori yang lebih rendah, selama tidak ‘balas dendam’ pada jam yang diijinkan untuk makan.

    Ada 3-8% orang yang mengikuti pola diet ini berhasil menurunkan berat badannya setelah menjalani program diet selama 3 hingga 24 minggu. Data tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan jenis diet lainnya.

    Akan tetapi, diet ini justru berbahaya untuk mereka yang memiliki masalah gula darah rendah, wanita hamil, ibu menyusui, remaja dan anak-anak, serta mereka yang memiliki masalah kekurangan nutrisi.

  5. Program Diet Vegan

    Sesuai namanya, jenis diet yang satu ini hanya membolehkan Anda untuk mengonsumsi makanan yang berbasis tanaman. Jadi, tidak boleh mengonsumsi produk atau makanan dari hewan, baik daging maupun telur.

    Mulanya, program diet vegan bertujuan untuk kesehatan, norma etika terhadap hewan, serta alasan lingkungan. Namun, ternyata diet vegan memberikan dampak yang baik untuk proses penurunan berat badan.

    Diet vegan juga terbukti secara klinis membantu mengurangi risiko masalah jantung, beberapa jenis kanker, serta mengurangi risiko diabetes. Meski begitu, beberapa laporan mengatakan bahwa diet vegan yang tidak seimbang bisa menyebabkan kekurangan vitamin B12, vitamin D, kalsium, zat besi, dan omega 3.

  6. Diet Rendah Lemak

    Seperti halnya program diet lainnya, diet rendah lemak juga sudah lama populer. Secara umum, diet ini membatasi asupan lemak hanya 30% dari kalori harian. Ada juga tingkatan yang lebih ekstrem, yang hanya memberikan toleransi 10% lemak saja yang boleh dikonsumsi.

    Pembatasan asupan lemak dilakukan karena lemak memberikan kalori per gram dua kali lebih banyak dibandingkan dengan protein dan karbohidrat. Diet yang satu ini lebih efektif untuk mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas.

    Namun demikian, perlu dicatat, tubuh manusia pun membutuhkan lemak untuk metabolisme yang baik. Sama sekali tidak mengonsumsi lemak juga bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

    Kekurangan lemak bisa berakibat tubuh sulit menyerap nutrisi penting, produksi hormon terganggu, hingga menyebabkan masalah metabolisme yang serius.

    Drinking water

Secara umum, semua program diet yang dibahas memberikan dampak utama yaitu menyehatkan metabolisme tubuh. Penurunan berat badan adalah bonus yang didapatkan jika diet dijalankan dengan ketat mengikuti aturannya.

Semua jenis diet pun memiliki risiko jika salah penerapannya. Itu sebabnya, tak ada salahnya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gizi untuk memastikan jenis diet mana yang paling aman untuk Anda.

Cek juga: FREE FORM R2000 ROWING MACHINE

Sebab, jenis diet bisa dipilih sesuai dengan gaya hidup dan preferensi makanan Anda. Dengan demikian, Anda bisa bertahan lebih lama dalam menjalankan program diet tersebut.

Karena, diet yang buruk adalah yang start-stop, ketat di awal lalu semakin lama semakin longgar. Jika itu yang terjadi, bukan sehat yang akan didapatkan, melainkan kondisi tubuh yang semakin buruk.

Panduan Membuat HOME GYM

Ingin tahu lebih lanjut bagaimana membangun sebuah HOME GYM di rumah Anda, simak panduan berikut!

Cek Sekarang

Panduan Membuat HOME GYM

Ingin tahu lebih lanjut bagaimana membangun sebuah HOME GYM di rumah Anda, simak panduan berikut!

Cek Sekarang